Hilang 2 Bulan Pelajar Cantik Kota Curup diduga Dibunuh

Pemutilasi Siswi SMA di Bengkulu Biasa Antar Korban ke Sekolah

Nontonberita.com Pemutilasi Siswi SMA di Bengkulu Biasa Antar Korban ke Sekolah – Seorang pelajar SMA di Bengkulu bernama Astrid Aprilia dinyatakan hilang oleh keluarganya sejak 8 November 2019. Sebelum meninggalkan rumah, Astrid Aprilia permisi ke neneknya untuk mengprint tugas sekolahnya.

Ternyata sore itu merupakan pertemuan terakhir Astrid dengan neneknya bernama Nurhayati (64). Dua bulan berlalu keluarga tak tahu keberadaan Astrid.
Polisi baru menemukan titik terang setelah mendapat laporan sepeda motor yang dikendarai seorang pria berinisial Y mirip dengan milik Astrid.
Pemutilasi Siswi SMA di Bengkulu Biasa Antar Korban ke Sekolah
Pemutilasi Siswi SMA di Bengkulu Biasa Antar Korban ke Sekolah

 

Kasat Reskrim Polres Rejang Lebong AKP Andi Kadesma mengatakan, kendaraan yang digunakan Astrid saat meninggalkan rumah sangat mirip dengan milik pelaku. Polisi pun membuntuti pelaku.
“Tersangka kami amankan pada 17 Januari, karena ada warga melapor kendaraan milik Astrid mirip dengan milik pelaku,” kata Andi kepada kumparan, Rabu (22/1).
Andi menuturkan, dari pengakuan pelaku, polisi mencocokkan kronologi hilangnya Astrid dengan keberadaannya pada 8 November. Ternyata pelaku telah menunggu Astrid di salah satu jalan di Kelurahan Talang Rimbo Lama, Kecamatan Curup Tengah.

Pemutilasi Siswi SMA di Bengkulu Biasa Antar Korban ke Sekolah

Menurut Andi, pelaku sempat menyekap Astrid sambil menghubungi orang tua korban. Pelaku meminta tebusan Rp 100 juta bila tidak, korban dibunuh. Karena tak punya uang sebanyak itu, orang tua korban tak dapat menyanggupi.
“Y ini sempat kirim SMS ke ayah (Astrid) Aprilia dan minta uang Rp 100 juta. Nomor yang digunakan milik (Astrid) Aprilia. Namun karena tidak ada respons dari ayah (Astrid) Aprilia,” ucap Andi.
Andi menyebut, dari keterangan pelaku, Astrid diduga dimutilasi. Mayat korban dibuang ke Sungai Merah. Kondisi korban saat ditemukan tanpa kepala, mayatnya juga sudah membusuk pada Selasa (21/1) lalu.
“Kami juga hari ini menemukan tengkorak diduga kepala korban,” tandasnya.

Biasa Antar Korban ke Sekolah

Kasat Reskrim Polres Rejang Lebong AKP Andi Kadesma mengatakan, pelaku dan korban saling mengenal. Bahkan, YO kerap mengantarkan Astrid sejak masih duduk di bangku SMP.
“Biasa antar korban sejak SMP ke sekolah,” kata Andi Rabu (22/1).
Andi menuturkan, keduanya tidak memiliki hubungan spesial atau bagian dari anggota keluarga. Meski begitu, polisi masih mendalami motif pelaku membunuh Astrid
Keluarga Astrid tak menaruh rasa curiga pada pelaku. Termasuk saat pelaku menghubungi keluarga korban dan meminta tebusan Rp 100 juta. Saat dihubungi pelaku, keluarga tidak tahu yang menghubunginya adalah yang biasa mengantar anaknya.
Selama ini, keluarga Astrid hanya menganggap Astrid hilang diculik. “Tidak ada hubungan keluarga atau asmara,” ucap Andi.

“Y ini sempat kirim SMS ke ayah Aprilia dan minta uang Rp 100 juta. Nomor yang digunakan milik Aprilia. Namun, karena tidak ada respons dari ayah Aprilia, (akhirnya dibunuh),” tambah Andi.

Polisi belum menetapkan pasal pidana pada pelaku. Sebab, mereka masih berusaha mencari potongan tubuh Astrid yang masih hilang dan dibuang di Sungai Air Merah.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *