Hasil Labfor Belum Kelar Gelar Perkara Kebakaran Kapal di Muara Baru Ditunda

Hasil Labfor Belum Kelar Gelar Perkara Kebakaran Kapal di Muara Baru Ditunda

nontonberita.com – Hasil Labfor Belum Kelar Gelar Perkara Kebakaran Kapal di Muara Baru Ditunda –  Penyidik Polres Tanjung Priok hingga kini belum melakukan gelar perkara kebakaran kapal di Dermaga Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, yang terjadi pada Sabtu, 23 Februari 2019 lalu. Sebab, penyidik masih menunggu hasil dari laboratorium forensik (labfor).

“Artinya bahwa dari labfor belum ada surat resmi yang hasilnya diterima oleh penyidik dari Polres Tanjung Priok,” sambung Argo.

Nantinya, jika hasil labfor sudah keluar baru akan dilakukan gelar perkara kebakaran kapal. Hasil labfor ini, kata Argo, akan disesuaikan dengan keterangan saksi-saksi dan ahli.

“Kemudian ada beberapa pemeriksaan regulator-regulator yang nanti dikaitkan dengan kejadian yang ada di lapangan,” ujarnya.

Diharapkan, lanjutnya, akan diketahui apakah ada tersangka atau tidak dalam insiden yang menghanguskan puluhan kapal itu.

“Ya tentunya mekanisme di sana kan ada ya, apakah nanti ada dari fakta-fakta di lapangan ada tersangka atau tidak,” pungkas Argo.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priuk, Ajun Komisari Besar Polisi (AKBP) Reynold Elisa Hutagalung mendata jumlah kapal yang terbakar di dermaga Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara,

“Berdasarkan pengecekan langsung ada 34 kapal yang terbakar. Itu termasuk dengan jumlah bangkai kapal yang tersisa,” kata Reynold saat dihubungi Liputan6.com, Minggu (24/2/2019).

Reynold menjelaskan, kebakaran terjadi Sabtu 23 Februari 2019 sekira pukul 15.16 WIB. Api bersumber dari sebuah Kapal Motor Artamina Jaya.

“Sebelum kejadian, ada orang yang ngelas di kapal tersebut. Dugaan awal itu pemicunya,” ucap dia.

Hasil Labfor Belum Kelar Gelar Perkara Kebakaran Kapal di Muara Baru Ditunda

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyebut dia telah menyampaikan peringatan sebelum terjadi insiden kebakaran Muara Baru. Menurut Susi, kapal-kapal di Muara Baru terpantau banyak yang menyalahi aturan.

Susi menjelaskan, Muara Baru adalah khusus bongkar ikan, bukan reparasi kapal. Sementara saat kejadian, ada kapal yang sedang melakukan reparasi di lokasi.

Susi pun geram karena 10 dari 34 kapal yang terbakar di Muara Baru tidak memiliki izin. Ia pun membantah anggapan tidak ada izin karena lambatnya penanganan, melainkan karena pihak pemilik kapal memang tidak berniat mengurus izin.

Lebih lanjut, ia pun membantah anggapan bahwa kebakaran Muara Baru akibat izin. Susi menyebut tak ada teori yang menyebut izin lambat bisa menyalakan api.

“Jangan men-judge langsung kebakaran karena izin lambat. Tidak ada itu. Memangnya izin lambat terus nyalain api? Yang benar saja,” tegas Susi.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *