Rambu Tilang Elektronik Sudah Dipasang

Rambu Tilang Elektronik Sudah Dipasang

NontonBerita.Com Rambu Tilang Elektronik Sudah Dipasang. Tahap uji coba tilang elektronik alias electronic traffic law enforcement (E-TLE) sudah dimulai sejak 1 Oktober 2018. Langkah awal hanya diterapkan di sepanjang Jalan Sudirman hingga Thamrin, Jakarta.

Sejak hari pertama hingga kedua, petugas pun sudah mulai memasang rambu. Salah satunya bertuliskan “Anda Memasuki Kawasan Pemberlakuan Tilang Elektronik”, yang di tempatkan di masing-masing perempatan jalan.

“Sudah ada empat rambu portabel yang dipasang di dua lokasi, yaitu Bundaran Senayan dan Simpang Sarinah,” kata AKBP Budiyanto Kasubdit Gakkum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya seperti dilansir laman NTMCPolri, Rabu (3/10/2018).

Selama beberapa hari ke depan, lanjut Budiyanto akan terus dipasang rambu soal tilang elektronik. Target selanjutnya di kawasan Harmoni hingga Patung Kuda.

“Pemasangan rambu ini otomatis akan membuat pengendara menjadi lebih tahu soal peraturan ini,” ucap Budiyanto.

Pelaksanaan uji coba ini akan dilakukan selama satu bulan penuh. Targetnya, yaitu seluruh kendaraan bermotor yang melanggar aturan seperti melawan arus, ganjil-genap, hingga menerobos lampu merah.

Namun, selama masa uji coba ini polisi belum melakukan tindakan, karena sifatnya sekaligus melakukan sosialisasi kepada pengendara di sepanjang jalan itu.

Pelanggaran para pengendara nantinya akan langsung direkan  CCTV yang digunakan juga sebagai barang bukti saat polisi mengirimkan konfirmasi.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf, menjelaskan, pemantauan proses tilang akan dilakukan secara sistematis dari CCTV yang bisa menangkap gambar dari sebelum, saat, sampai sesudah pengendara melakukan pelanggaran lalu lintas.

“Gambar pelanggar akan masuk ke dalam server dan akan digunakan sebagai bukti. Kita analisa dan bila benar, dikirim surat konfirmasi pelanggaran lalu lintas sesuai data di TMC polda Metro Jaya langsung disertakan dengan foto pelanggaran yang diambil dari CCTV,” kata Yusuf saat dihubungi Kompas.com, Senin (1/10/2018).

Usai menerima surat konfirmasi pelanggaran lalu lintas atau pemilik kendaraan yang melanggar, wajib melakukan klarifikasi. Prosesnya nanti bisa ditempuh melalui website atau aplikasi yang saat ini masih tahap persiapan.

Fungsi dari klarifikasi menurut Yusuf berguna untuk memastikan apakah mobil tersebut dibawa oleh pemilik kendaraan atau orang lain. Bahkan untuk memastikan juga apakah mobil tersebut masih milik tangan pertama atau sudah dijual namun belum berganti nama.

“Proses klarifikasi pelanggar ini maksimal tujuh hari. Harus ada klarifikasi bila tidak direspons STNK akan diblokir,” ucap Yusuf.

Demikian juga untuk pembayaran denda. Setelah proses klarifikasi pelanggar akan diberikan waktu tujuh hari membayar melalui bank BRI, bila melewati batas waktu, STNK langsung diblokir.

“Untuk saat ini masih uji coba ya, belum ada penindakan. Kita lakukan sekaligus untuk mengetes akurasi CCTV dan mempersiapkan sistem, termasuk juga untuk sosialisasi ke masyarakat,” ucap Yusuf.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *