Arab Saudi Siap Kirim Pasukan ke Suriah Untuk Gantikan America Serikat

Arab Saudi Siap Kirim Pasukan ke Suriah Untuk Gantikan America Serikat

NontonBerita.Com Arab Saudi Siap Kirim Pasukan ke Suriah Untuk Gantikan America Serikat. Arab Saudi mengatakan, pihaknya tengah berdiskusi dengan Amerika Serikat terkait pengiriman pasukan ke Suriah. Adapun Donald Trump menginginkan agar Amerika Serikat menarik pasukannya dari Suriah.

Seperti dikutip dari Washingtonpost.com pada Rabu, (18/4/2018), Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir mengatakan pada wartawan di Riyadh,

pembahasan tentang jenis pasukan apa yang diperlukan di Suriah timur dan dari mana pasukannya akan berasal masih terus didiskusikan.

“Kami sedang berdiskusi dengan Amerika Serikat dan sejak awal krisis dimulai, kami telah merencanakan soal mengirim pasukan ke Suriah,” terang Jubeir seraya menambahkan bahwa usulan untuk mendatangkan pasukan Arab Saudi ke Suriah telah diajukan sebelumnya ke pemerintahan Barack Obama, namun ditolak.

Donald Trump, dalam kesempatan terpisah mengatakan,

pihaknya sedang berusaha membujuk negara-negara Teluk untuk mengambil alih beban stabilisasi keuangan dan militer di Suriah.

Sementara itu, Gedung Putih pada hari Senin menegaskan kembali bahwa Donald Trump masih pada prinsip ingin memulangkan pasukan Amerika Serikat dari Suriah. Itu membantah pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menyatakan ia berhasil membujuk Donald Trump agar mempertahankan keberadaan militer Amerika Serikat dalam jangka panjang di Suriah.

Penasihat keamanan nasional Donald Trump yang baru, John Bolton, belum lama ini memanggil Kepala Intelijen Mesir, Abbas Kamel, untuk menanyakan apakah Kairo akan menyumbangkan pasukan dalam koalisi Arab untuk menggantikan pasukan Amerika Serikat di Suriah. Laporan ini dimuat the Wall Street Journal pada Senin, 16 April 2018, dengan mengutip pernyataan sejumlah pejabat Amerika Serikat.

Menanggapi laporan tersebut, Jubeir mengatakan bahwa dalam hal keuangan, Arab Saudi telah “selalu mempertahankan bagian dari bebannya”.

Namun, membangun koalisi Arab dinilai akan menjadi tantangan tersendiri. Tidak jelas bagaimana Arab Saudi akan menindaklanjuti wacana pengiriman pasukan ini. Sementara, Riyadh dan Uni Emirat Arab sudah berkoalisi dalam perang saudara di Yaman.

Komentar terbaru dari Jubeir dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman dinilai menunjukkan pergeseran posisi Arab Saudi di Suriah,

menuju pada penerimaan bahwa Presiden Suriah Bashar al-Assad tidak akan digulingkan dari kekuasaan dalam waktu dekat.

“Bashar akan tetap berkuasa,” kata Putra Mahkota baru-baru ini mengatakan kepada majalah Time.

Selama pertemuan perwakilan Liga Arab yang beranggotakan 22 orang minggu ini,

Jubeir juga menekankan komitmen Arab Saudi untuk menjaga institusi Suriah tetap utuh.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *